Fadilah dan pahala membaca Al-Quran




Sebagai mukjizat yang agung, di dalam Al-Quran terkandung banyak sekali fadilah dan keutamaan bagi orang yang membacanya, Allah juga menjanjikan pahala yang besar bagi para pembacanya.

Di antara fadilah dan keutamaannya adalah, orang yang sering atau istiqamah membaca Al-qur’an maka hidupnya akan tenang, tentram, alias tidak banyak masalah. Seperti yang ungkapan di pergunakan sebagai puji-pujian pada waktu maghrib dan isya di mushalla dan di masjid, yaitu tombo ati iku ono limo perkarane, artinya obat hati itu ada lima perkara. Apa obat hati yang pertama? yaitu membaca Al-Quran dengan meresapi maknanya.

Mengapa yang di pakai obat hati yang pertama kali adalah Al-Quran? Ya, karena di dalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang mana apabila kita memahami artinya, dan berusaha merenungkannya, maka hati kita akan menjadi tentram. Contohnya, ayat Al-Quran yang Artinya:

“Jika kalian mensyukuri nikmat-Ku niscaya akan Aaku menambah nikmat itu, dan jika kalian mengkufurinya, sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih”

Dari ayat ini kita bisa menyimpulkan bahwasanya nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita berupa kesehatan, mata, hidung, kaki, lisan dll, yang kesemuanya itu telah banyak kita gunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Maka sudah selayaknya kita mensyukurinya. Dengan demikian, Allah akan menambahkan nikmat-Nya untuk kita.

Tetapi apabila kita tidak mensyukurai nikmat Allah yang begitu agung ini, atau bahkan kita gunakan untuk bermaksiat kepada Allah, maka boleh jadi Allah akan mencabut nikmat tersebut.

Rasulullah SAW saja yang dijamin oleh Allah pasti masuk surge, beliau tekun beribadah kepada Allah. Apakah kita tidak ingin meniru apa yang beliau lakukan? Apalagi kita tidak dijamin masuk surga dan dosa kita sangatlah banyak.

Adapun pahala membaca Al-Quran sangatlah banyak sekali, diantaranya sebagaimana yang diungkapkan oleh sahabat sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah yang Artinya:

“Barangsiapa yang membaca Al-qur’an sedangkan dia dalam melaksanakan shalat dengan berdiri, maka baginya pada setiap hurufnya akan diberi pahala 100 kebaikan, barang siapa yang membacanya di dalam shalat tapi dalam keadaan duduk, maka setiap hurufnya akan diberi pahala 50 kebaikan, barangsiapa yang membacanya di luar shalat dalam keadaan suci, maka baginya setiap hurufnya akan diberi pahala 25 kebaikan, dan barang siapa yang membacanya dalam keadaan tidak suci, maka setiap hurufnya dia akan diberi pahala 10 kebaikan.

Jadi apabila kita shalat, marilah membaca surat yang panjang sehingga pahala yang didapatkan bertambah banyak, banyangkan saja: bismillah hirahman ni rahim berjumlah 19 huruf, sudah berapa pahala yang akan kita peroleh, apalagi yang dibaca suratnya panjang seperti surat al a`la pasti pahalanya sangat banyak sekali.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Aku tidak mengatakan alif, lam, mim, itu satu huruf, melainkan alif itu satu huruf, lam itu satu huruf, mim itu satu huruf.”

Kemudian Sayyida Ali bin Abi Thalib menganjurkan kepada kita, apabila kita sedang menganggur atau tidak ada pekerjaan, hendaklah kita membaca Al-Qur’an, jangan kita menyalahgunakan waktu itu dengan sia-sia, karena amat rugi orang yang tidak mengisi waktu luangnya dengan membaca Al-Quran, karena di dalamnya terdapat banyak ilmu dan hikmah yang sangat besar sekali jika kita dapat merenunginya.

0 Comments:

Post a Comment



Cari

Memuat...

LP